UMUR DAN SABUN BATANGAN

Oleh Nasuha Abu Bakar MA

Pengasih Ponpes Sabiluna Tangsel.

 

Alam semesta, ada juga yang menyebutnya alam jagat raya beserta seluruh isinya merupakan anugerah bagi umat manusia yang disediakan oleh Allah Dzat yang maha pemurah, pengasih lagi maha penyayang supaya dijaga, dirawat serta dikelola untuk kepentingan masyarakat secara umum yang semestinya sekaligus untuk menjadikan bekal ibadah kepada Allah.

 

Alam semesta juga menjadi ciri, tanda bukti adanya Dzat Allah  yang telah menciptakan seluruhnya sebagai pencipta, pemilik, Penguasa, pelindung tunggal tanpa bantuan dari pihak manapun. Bagi manusia yang memperoleh anugerah akal, terutama umat yang beriman mampu menangkap serta memahami tanda tanda atas keberadaan Allah subhaanahu wata’alaa.

 

Surat Al ‘alaq dari ayat 1-5, Wahyu pertama nabi tercinta, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam merupakan isyarat yang seyogyanya mendapat perhatian serius dan sekaligus mendorong umat dan masyarakat secara umum untuk memahami apa saja yang ada disekitarnya. Perintah membaca yang tertulis di dalam surat Al’alaq tidak menunjukkan pada satu objek, sehingga dalam kajian kitab tafsir yang digambarkan oleh pengarangnya bahwa objek bacaan nya lebih luas cakupannya. Oleh karena nya apa saja yang ada di sekeliling kita bisa memuat pesan pesan Allah yang layak untuk dibaca.

 

Sabun batangan yang ada di kamar mandi saya ternyata semakin hari semakin mengecil, dan lama kelamaan benar benar bukan hanya sekedar mengecil akan tetapi menjadi habis.

 

Ada dua kemungkinan habisnya sabun batangan di kamar mandi saya. Pertama, memang benar benar habis digunakan sebagai alat pewangi badan, semakin banyak yang menggunakan nya, maka sabun batangan itu benar benar bermanfaat karena membuat harum tubuhnya. Sehingga orang yang wangi tubuhnya disukai oleh sahabat sahabat lainnya.

Kedua, bisa saja sabun batangan itu habis karena dibuat mainan oleh anak anak pada saat berada di kamar mandi. Walaupun sabun batangan itu sama sama mengecil dan habis tentu saja sangat berbeda kegunaan dan manfaatnya.

Demikian juga dengan umur manusia, ada sebagian hanya digunakan untuk yang sia sia saja, tetapi banyak juga yang mampu mengelola, menggunakan umurnya dengan baik.

 

“Apakah meninggalkan aroma sedap, banyak pihak yang merasakan kebaikan dan manfaatnya kehadiran kita setelah kepulangan kita, atau sedikitpun tidak berbekas apa apa” tegas pak ustadz Dzul Birri di penghujung Pengajian malam Jum’at Kliwonannya. Wallaahu’alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan.*

 

You might also like