SELAMAT JALAN SANG PEJUANG & PEMERSATU

Oleh  H. Udin Saparudin

Koor. Presidium KAHMI Banten. Aktivis Pembentukan Provinsi Banten

Hari Rabu (6/1/2021) saya sedang ngobrol dengan istri sambil ngopi merek WH, tepatnya jam 9 pagi. Sambil ngopi itu, kami sedang membicarakan dua hal, yakni, pertama,  memikirkan posisi sahabat-sahabat di Pemprov Banten yang belum mendapat posisi.

Kedua, kami sedang membicarakan Pak HM. Irsyad Djuwaeli, ibu dan anak cucunya yang positif terjangkit Covid-19 dan sedang dirawat di rumah sakit.

Istriku bilang,  “Perihatin ya kondisi saat ini. Semoga Allah memberikan jalan pertolongan,”.

Saat akan melanjutkan diskusi, tiba-tiba  ada telephone dr Dedi Yuda. “Ka Udin, mohon bantu Bapak dan Ibu positif terjangkit, bermaksud mau dirawat ke RSU Banten. Bisa ga ya minta bantuan Pak Gubernur WH.

Maka, saat itu juga saya  jawab, “Siaaap.  Saya tidak banyak bicara, langsung WA Pak Gubernur dan WA Pak Direktir RSU Banten. Kemudian saya kontak H. Efi dan Atma.  Alhamdulillah, mereka langsung bergerak.

Tentu saja semua menghargai Pak HM. Irsyad Djuwaeli. Sebab beliau  adalah tokoh sesepuh penggagas pendiri Banten.

Melalui telephone, saya  sampaikan ke Dedy Yuda, putra Pak HM. Irsyad Djuwaeli ketiga.  Sebetulnya, tanpa saya ketahui,  H. Dedy Yuda pun dengan anak dan istrinya sedang  positif. Akan tetapi, nampaknya mereka tidak dirasa, sehingga ahirnya Bapak dan Ibu dan sedang berjemur pun langsung  diajak masuk mobil untuk dibawa langsung ke ke RSU Banten. Jam 11.00 masuk ke ruangan diinfus. Namun Allah berkehendak lain, jam 2 jam rawat  di RSU Banten, Pak HM. Irsyad pulang ke rahmatullah. Insyallah beliu syahid.

 

Di Mata Saya

Di mata saya, Pak HM Irsyad adalah tokoh sekaligus orang tua yang kehidupanya selalu terdepan untuk kepentingan umat dan bangsa. Beliau adalah pejuang yang menjadi inspirasi bagi saya juga generasi muda Banten. Beliau sudah cukup banyak berbuat. Saya mengikuti betul perjuangan beliau di Matlhlaul Anwar, yakni dari perkampungan menjadi ormas yang mampu bersaing di level nasional.

Bahkan,  beliau lah yang memprakarsai   terbentuknya Universitas Mathlaul Anwar (UNMA). Beliau juga 4 kali menjadi anggota DPR  RI, jadi cukup mewarnai dalam perpolitikan di Indonesia.

Saat membentuk Provinsi Banten, beliau adalah sosok tokoh yang tidak pernah merasa lelah. Obsesi beliau,  ingin Banten maju, adil, dan sejahtera. Walhasil, kini Banten sudah menjadi provinsi.

Beliulah tokoh pemersatu yang menggerakkan tokoh-tokoh pemuda dan mahasiswa sampai beberapa tokoh muda bisa eksis di beberapa posisi. Saat ini pun beliu membentuk Ormas Pejuang Bravo Lima. Alasan beliau, selain untuk cita NKRI, juga sebagai jembatan orang Banten bisa bergaul soal nasionalisme.

Membentuk Bakor pejuang Banten   adalah untuk meneruskan visi misi perjuang pendiri Provinsi Banten dan menjadi jembatan mitra rakyat Banten dengan Pemprov Banten.

Saya kagum akan karakter beliu yang tidak pernah menyerah & lelah dalam perjuangan. Oleh sebab itu, saya menyebut beliu sebagai “SANG PEJUANG & PEMERSATU”.

Selamat jalan ayahanduku. Perjuanganmu sudah banyak bermanfaat untuk umat dan bangsa. Bismillah, saya dan kawan kawan senantiasa akan melanjutkan nilai perjuangan yang  patriotik.   Yakni, sikap yang  telah mengajariku dkk moderat dan bertanggungjawab untuk kemaslahatan.

Hakulyakin, beliau syahid dan semoga mendapat surga Allah Swt. Amin ya Robbal Alamin.*

 

 

You might also like