SATU MULUT DUA TELINGA

Oleh Nasuha Abu Bakar, MA

Pengurus LPTQ Kota Tangsel

 

Sesuatu yang umum, tidak ada keanehan akan menjadi suatu yang biasa biasa saja, jarang sekali menarik orang untuk membicarakan. Biasanya yang menarik untuk diperbincangkan sesuatu yang aneh, tidak umum, apalagi sesuai yang langka dan jarang terjadi.

 

Setiap manusia yang dilahirkan ke alam dunia ini biasanya dilengkapi dengan sejumlah panca indera, misalnya saja dilengkapi dengan sepasang telinga, sepasang mata, satu hati, sebagaimana tercantum dalam surat ke 32 ayat 9. Demikian juga manusia dianugerahi satu hidung, dan satu mulut, . Setiap panca indera merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi setiap manusia, Hanya saja sedikit sekali manusia berterima kasih kepada Allah.

 

Suatu ketika pak ustadz Dzul Birri bertanya kepada para jama’ah nya:

“Apa rahasia dan hikmah sesungguhnya Allah menciptakan sepasang mata, sepasang telinga?” tanya pak ustadz. Tanpa menunggu mereka menjawab, seketika juga beliau melanjutkan taushiyah Kliwonannya. Sebaiknya manusia harus menyadari bahwa mendengar dan melihat harus lebih banyak dibandingkan dengan berkata kata. Dan berkata kata pada hakikatnya bersumber dari hasil banyaknya mendengar dan melihat. Namun, pada kenyataannya, manusia lebih banyak berkata kata sedangkan mendengar lebih sedikit, lebih jarang dilakukan. Ada sebagian orang malahan enggan untuk mendengarkan nasihat orang lain

 

Subhanallah……

Secara tidak langsung Allah mengajarkan kepada kita manusia bahwa kemampuan mendengar didahulukan oleh Allah dari pada kemampuan melihat ketika kita baru keluar dari rahim ibunda tercinta. Kemampuan melihat dan kedua mata bereaksi ketika bayi berusia 40 harian. Sedangkan sejak nol hari sampai dengan 40 harian bayi yang berfungsi kedua telinganya. Apalagi berkata kata, lama sekali anak anak mampu berkata kata. Orang tua harus bersabar untuk mengajar berkata kata putra putri nya. Rata rata hampir satu tahun lamanya anak anak mampu menirukan apa saja yang diucapkan oleh orang orang yang ada di sekelilingnya.

 

Dari hikmah ini, yuuuuk kita belajar lebih banyak mendengarkan nasihat nasihat orang orang yang ada di sekitar kita dari pada memperbanyak memberikan nasihat kepada orang lain.

 

You might also like