NGOBROL RINGAN USTADZ DZUL BIRRI

Oleh Nasuha Abu Bakar MA

Pengurus LPTQ Kota Tangerang Selatan

Kang Kurdi pagi pagi bergegas mengambil sepeda onthel di ruangan belakang rumahnya dan segera menaikinya menuju ke kediaman pak ustadz Dzul Birri. Sebenarnya jarak tempuh antara kediaman kang Kurdi dengan majlis ta’lim malam Jum’at Kliwonannya pak ustadz Dzul. Hanya saja kalau ditempuh dengan berjalan kaki lumayan keringetan plus betis mendadak pegel juga. Makanya kang Kurdi memilih untuk bersepeda.

 

Lima belas menit saja mengayuh sepedanya kang Kurdi sudah sampai di kediaman pak ustadz Dzul Birri. Hanya beberapa menit kemudian pak ustadz menghampiri kang Kurdi dan menyapanya.

 

Subhaanallah……

Sampai kemana saja keliling keliling sepedahannya, sendirian saja, atau barengan ada rombongan nya? tanya pak ustadz kepada kang Kurdi yang sedang asyik duduk beristirahat di emperan majlis.

 

Dalam pertandingan sepak bola, permainan bola voli,bola basket, bulu tangkis, sepak takraw ada petugas yang disebut “Hakim Garis” yang tugasnya menentukan batas dan memberikan points kepada yang mampu mengendalikan permainan. Klo saya nonton berita di televisi banyak hakim yang terlibat dalam permainan, akhirnya para hakim itu dibatasi gerak nya dengan garis yang semestinya garis pembatas itu untuk orang lain.” tanya kang Kurdi.

 

Itulah akibatnya kalau para “Hakim Garis” berkeinginan untuk memperoleh bagian piala dan hadiah. Akhirnya mereka ikut ikutan dalam pertandingan dan ajang kompetisi. Padahal mereka sebenarnya sudah memperoleh hak dan bagian sesuai fungsi dan tugasnya sebagai seorang penentu keadilan dan kebenaran dalam sebuah kompetisi dan pertandingan. Sebaiknya klo mengharapkan perolehan medali dan hadiah seperti para pemain, maka sebaiknya beralih fungsi dan peran, sehingga akan sangat sesuai dengan apa yang diinginkannya. tegas pak ustadz Dzul Birri

 

Terima kasih pak ustadz, saya izin mau melanjutkan mengayuh sepeda onthel nya, itulah kata pamungkas dari kang Kurdi sambil menuntun sepeda onthel nya, dan… assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Wa’alaikumus Salaam warahmatullaahi wabarokaatuh jawab pak ustadz Dzul Birri sambil tersenyum menatap punggung kang Kurdi

 

Wallaahu’alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan

(Sabiluna Senin 14 Desember 20 20 jam 08.08)

You might also like