MTQ XVII BANTEN DI TENGAH PANDEMIK COVID-19

Oleh H. Sholeh Hidayat

Pengurus LPTQ Provinsi Banten

 

Perhelatan Musyabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bagi masyarakat Banten merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat yang religius dan dijuluki sebagai gudangnya qori- qori’ah, hafidz -hafidzah, khottot dan khottotoh.

 

Sejak Provinsi Banten berdiri 4 Oktober 2000, MTQ Tingkat Provinsi Banten selalu digelar setiap tahun. Pada Tahun 2015 Provinsi Banten menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke- XXII tahun 2008, kemudian pada MTQ Nasional  XXVI tahun 2016 di Nusa Tenggara Barat berhasil menorehkan tinta mas menjadi Juara Umum.  Posisi Banten selalu berada pada tiga besar (Juara1, 2 dan 3) sebagai pesaing terberat kafilah DKI.

 

Di tengah melonjaknya penyebaran Covid-19,  MTQ Nasional XXVIII di Padang Sumatra Barat atas permintaan Gubernur Sumatra Barat Kepada Menteri Agama RI tentang pengunduran waktu pelaksanaan MTQ Nasional  XXVIII yang semula akan dilaksanakan tanggal 20 sampai dengan 29 Agustus 2020 diundur ke tanggal 12 sampai dengan 21 November 2020 berdasarkan surat Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 1153/Dj.III.III/HM.00/4/2020 tertanggal 14 April 2020.

Kondisi pandemik Covid-19 membuat keraguan akan keikutsertaan di gelaran  MTQ Nasional. Provinsi Lampung membatalkan melaksanakan MTQ ke 48 Tingkat Provinsi Lampung dan menarik diri dari  keikutsertaan MTQ Nasional XXVIII di Padang Sumatra Barat.

 

Pembatalan MTQ tingkat Provinsi Lampung dan menarik dirinya Lampung dari MTQ tingkat Nasional tertuang dalam surat Nomor 451/1357/02/2020 tanggal 23 April 2020. Sebagai bentuk kesiapan provinsi Sumatra Barat menjadi tuan rumah, Launching MTQ Nasional XXVIII telah dilaksanakan oleh Menteri Agama RI secara online (Daring) pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2020.

 

LPTQ provinsi Banten sesuai hasil rapat Pleno Pengurus LPTQ bersama para Ketua LPTQ Kabupaten/Kota dengan pertimbangan provinsi Banten merupakan Kafilah MTQ yang sangat diperhitungkan telah disepakati provinsi Banten tetap turut serta jika MTQ Nasional  XXVIII di laksanakan di Padang Sumatera Barat.

 

Hasil kesepakatan tersebut tentu harus mendapat persetujuan Gubernur Banten. LPTQ bersilaturahmi dengan Gubernur Banten menyampaikan hasil kesepakatan tersebut  Alhamdulillah mendapat persetujuan Gubernur, karena Gubernur sendiri memandang MTQ sebagai aktivitas keagamaan yang sudah menyatu dengan dirinya  dan memahami suasana kebatinan para santri peserta MTQ, para pembina, Dewan Hakim dan masyarakat Banten yang gandrung dengan MTQ serta untuk  kepentingan syiar Islam di bumi Banten meskipun  dalam suasana pandemik Covid-19.

 

MTQ Tingkat Provinsi Banten yang digelar setiap tahun merupakan perwujudan dari pelaksanaan kegiatan untuk pencapaian visi gubernur Banten terkait dengan Banten yang berkhlakul karimah. Oleh karena itu MTQ XVII mengusung tema “MTQ XVII tingkat Provinsi Banten Mewujudkan Generasi Qur’ani Menyongsong Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah”

Untuk mempersiapkan peserta pada MTQ Nasional XXVIII, maka LPTQ Banten harus menyelenggarakan MTQ tingkat provinsi Banten sebagai proses seleksi untuk memperoleh peserta  terbaik yang siap berlaga di ajang MTQ Nasional. Penyelenggaraan MTQ XVII tingkat provinsi Banten akan dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 15 Agustus 2020 di Masjid Raya Al Bantani.

 

Penyelenggaraan MTQ XVII ini masih dalam situasi pandemik Covid-19, meskipun provinsi Banten secara keseluruhan mengalami penurunan dari Zona merah (Tangerang Raya) ke kuning dan secara nasional provinsi Banten berhasil menurunkan pringkat jumlah positif Covid-19 yang pada bulan Maret 2020 urutan kedua setelah DKI,  pada bulan Agustus ini sudah keluar dari 10 besar kasus positif Covid-19.

 

Hal ini berarti tingkat penularan semakin terbatas dan jumlah yang positif semakin berkurang serta tingkat kesembuhan juga cukup tinggi (Beritasatu.Com:1/7/2020), maka untuk melaksanakan protokol kesehatan selama kegiatan MTQ XVII berlangsung agar dipastikan semua peserta, Dewan Hakim, Dewan Pengawas, Panietra dan panitia lainnya dalam kondisi sehat, diukur suhu tubuhnya, secara terratur mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir , wajib selalu memakai masker, menjaga jarak secara fisik, menghindari kerumuman, tidak berjabat tangan secara langsung apalagi cipika-cipiki, tidak merokok di arena Musabaqah dan tempat yang dijadikan venu atau majelis dan sekitarnya harus dalam keadaan steril (sudah disemprot disinfektan secara  benar).

Panitia MTQ berkoordinasi dengan Gusus Tugas/Satgas Covid-19 dan menyediakan fasilitas pengukur suhu tubuh (Thermogun), tempat cuci tangan, masker serta menyiapkan petugas yang mengawasi pergerakan pengunjung di setiap Majelis dan Masjid Raya Al Bantani. Penyediaan fasilitas kesehatan juga  harus dilakukan oleh pihak hotel tempat menginap para kafilah. Selain ikhtiar pemenuhan protokol kesehatan tersebut di atas juga semua pemangku kepentingan memenuhi protokol keimanan dan ketaqwaan melalui do’a-doa untuk memohon perlindungan Allah dari segala bencana dan keselamatan serta kelancaran pelaksanaan MTQ XVII tingkat Provinsi Banten.

 

Di masing-masing hotel kafilah kabupaten/kota melaksanakan sholat berjamaah, beristighfar, do’a bersama, pembacaan al-Qur’an dan pemberian tausiah. Untuk menyaksikan jalannya MTQ XVII Tingkat Provinsi Banten sejak pembukaan hari Senin tanggal 10 Agustus 2020 mulai pukul 09.30 dan pelaksanaan musyabaqah tiap cabang yang dimulai hari Selasa tanggal 11 sampai dengan 14 Agustus 2020 serta ditutup hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 pukul 09.30 di rumah saja melaui Live Streaming Chanel Youtube: LPTQ Provinsi Banten. Adapun cabang-cabang yang dimusyabaqahkan tersebar pada 14 Majelis Cabang yaitu: Tilawah Dewasa, Qiro’at al-Qur’an,

 

Tilawah Golongan Remaja dan Anak-anak, Tilawah golongan Cacat Netra dan murottal, Qiro’at murottal golongan Dewasa dan Remaja, Tahfidz golongan I dan 5 Juz serta tilawah, Tahfidz golongan 10 dan 20 juz, Tahfidz 30 juz dan tafsir bahasa Arab, tafsir bahasa Indonesia dan Inggris, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khat Qur’an, Maqalah al-Qur’an. Qiro’atil Kutub golongan Ula dan Wustho, Qiro’atul qutub golongan ’Ulya Hadits 100 dan 500.*

 

 

You might also like