MTQ, BEBAS BUTA AKSARA ALQURAN DAN AKHLAKUL KARIMAH

Oleh Sholeh Hidyat

Pengurus LPTQ Banten

 

Berdasarkan hasil riset Institut Ilmu Alqur’an, sekitar 65% masyarakat Indonesia masih buta aksara al Qur’an. Demikian pula hasil survei melek huruf  al Qur’an  LPTQ Banten terdapat 12,4% warga Banten tidak bisa baca al Qur’an, 23,28% yang sangat lancar baca al-Qur’an (News Media).

Setiap kali penyelenggaraan MTQ di berbagai tingkatan hendaknya tidak sekedar even tahunan tetapi juga menjadi momentum syi’ar Islam yang membangkitkan inspirasi dan memberikan dampak tumbuhnya motivasi masyarakat Islam khususnya warga muslim Banten untuk gemar membaca,  memahami dan mengamalkan al Qur’an.

Ada sebuah perkembangan positif saat ini dengan tumbuhnya pondok pesantren dan pesantren takhassus Tahfidzulqur’an di provinsi Banten yang telah mendorong anak-anak belajar di pondok dan pesantren Tahfidzulqur’an yang melahirkan anak-anak dalam usia muda  telah hafal al-Qur’an dengan metode yang super dahsyat  enam bulan  menghafal al Qur’an 30 Zuz seperti Pesantren Tahfidz  al Qur’an Irhamna bil Qur’an di Mandalawangi yang sudah mulai kesohor.

Demikian juga tumbuh beberapa pondok pesantren tahassus Tahfidzul Qur’an. Suatu hal yang membahagiakan pertumbuhan pondok pesantren Salafi, modern dan takhassus al Qur’an di provinsi cukup menggembirakan,namun yang masih perlu dikembangkan adalah pesantren yang mendidik para santrinya dalam tafsir bahasa Arab dan Inggris sehingga dalam setiap even Musabaqah Tilawatil Qur’an dalam berbagi tingkatan, provinsi Banten memiliki stok Mufassir al Qur’an dalam bahasa Arab dan Inggris yang tangguh.

Gerakan  Tradisi Program Maghrib mengaji agar secara terus menerus digalakkan dan dilaksanakan baik di masjid maupun musholla atau di rumah seperti dulu yang berarti harus disiapkan guru mengajinya disetiap masjid dan musholla dan guru mengaji tersebut diberikan perhatian serta apresiasi secara finansial. Gubernur Alhamdulillah Banten telah memberikan perhatian dalam bentuk pemberian honor yang bersumber dari Zakat Profesi PNS di lingkungan pemerintah provinsi Banten kepada Marbot mesjid juga kepada para guru mengaji yang penyalurannya oleh Dewan Mesjid Indonesia (DMI) provinsi Banten.

Kebijakan Gubernur Banten yang luar biasa yang sepatutnya diberikan apresiasi dan diikuti oleh kepala daerah kabupaten dan kota di provinsi Banten. LPTQ provinsi Banten juga salah satu program kerjanya melaksanakan Tahsin al Qur’an bagi pegawai di lingkungan pemerintah provinsi bertempat di Mesjid Raya Al Bantani.

Di kawasan Masjid Raya Al Bantani terdapat Pendidikan Anak Usia Dini di bawah naungan Dharmawanita akan lebih baik jika sekiranya terintegrasi dengan Taman Pendidikan al Qur’an (TPQ) untuk menanamkan kecintaan kepada al Qur’an sejak dini. Masyarakat dan pemerintah hendaknya memberikan dukungan hadirnya pondok pesantren dan pesantren tahassus Tahfid al Qur’an serta Pondok Pesantren al Qur’an di provinsi Banten untuk mewujudkan Banten yang bebas melek huruf al Qur’an sehingga julukan Banten kota Sejuta santri,  Seribu Kyai, gudangnya Qari dan Qari’ah, hafidz dan hafidzah, khattat-khattatah  serta masyarakatnya yang dikenal agamis bukan sekedar slogan.

Nilai-Nilai Alquran, Karakter dan Akhlakul karimah

Paling tidak terdapat sepuluh ayat mengandung tentang karakter dan dan akhlakul karimah dalam Al-Qur’an :  (1). Sabar : Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.” (QS.Ali Imran:200).

(2). Amanah: “Sungguh, Allah Menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS.an-Nisa’:58), (3) Memberi Maaf :  Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah Menyukai orang- orang yang berbuat baik.” (QS.al-Ma’idah:13).

(4). Kejujuran: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS.al-Ahzab:70), dan  (QS.at-Taubah:119) “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

 (5) . Istiqomah :  (QS.Huud:112) “Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu.”, (6). Syukur : “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan Ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS.al-Baqarah:152), (7)  Lemah Lembut : “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS.Thaha:44).

(8). Tawadhu’ : Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.” (QS.asy-Syuara’:215), (9). Menebar Kebaikan : “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu.” (QS.al-Qashas:77).

(10). Berbakti kepada orang tua: Dan Tuhan-mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS.al-Isra’:23. Bagimana kesepuluh nilai akhlakul karimah dalam al Qur’an itu terinternalisasi dalam diri setiap masyarakat Islam qur’ani? Internalisasi adalah proses penanaman nilai-nilai karakter dan akhlakul karimah dalam alqur’an ke dalam jiwa seseorang sehingga nilai tersebut menyatukan sikap, standar tingkah laku tercermin pada sikap dan perilaku yang dihadirkan dalam kehdupan sehari-hari.

Menurut Lickona (1992) internalisasi nilai-nilai dikembangkan melalui tahapan moral knowing, moral feeling dan moral behaviour yang satu sama lain saling terkait. Tahap moral knowing atau transformasi nilai ialah proses pemberian pengetahuan, pemahaman dan penalaran nilai-nilai akhlakul karimah, moral feeling yaitu proses tumbuhnya penghayatan dan mencintai nilai-nilai akhlakul karimah. Setelah memperoleh pemahaman dan penghayatan serta sikap, maka dengan penuh kesadaran akan bertindak atau berperilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari (moral behavior) sebagai ekspresi martabat dan harga diri.

Mari sediakan sedikit waktu kita untuk merenungi ayat-ayat suci al-Qur’an. Karena setiap ayatnya memberi petunjuk dan solusi untuk berbagai masalah kehidupan. Semoga kita termasuk orang-orang yang memberi perhatian dan peduli untuk mengamalkan pesan ayat-ayat suci al-Qur’an tentang akhlakul karimah sehingga terwujud Banten yang bebas buta aksara al Qur’an, berkarakter dan berakhlakul karimah sebagai salah satu visi pemerintah provinsi Banten .*

 

 

You might also like