MENYIKAPI SAKIT MEMAHAMI AJAL

Oleh Nasuha Abu Bakar, MA

Virus Corona belum juga mereda, tiba tiba muncul berita yang sangat mengerikan, bahwa virus Corona telah bermutasi menjadi delta dengan bermacam macam varian nya. Tentu saja berita ini bukan sekedar mengejutkan bahkan tambah menakutkan masyarakat.

Berita berjubel jubel pasien yang terpapar positif Corona memenuhi ruangan rumah sakit baik yang ada di kota juga yang letaknya di daerah semakin bertambah mencekamnya berita wabah dan bencana yang menghebohkan masyarakat dunia. Bukan saja pemerintah daerah, pemerintah pusat bahkan seluruh negara kian hari kian kewalahan menangani korban Covid. Pasilitas, sarana dan anggaran belanja negara terkuras nyaris habis untuk penanganan dan penanggulangan korban Covid.

Berjatuhan korban yang jumlahnya ratusan, ribuan bahkan sampai puluhan ribu pasien yang dirawat, negara dalam hal ini pemerintah sudah berusaha untuk menyikapi dengan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan melakukan langkah langkah yang menurut pak UDB sangat heroik dan beresiko besar. Dengan mengambil keputusan anggaran dari APBN tentu banyak pihak merasa berkurang pendapatan uang sakunya, dan terguling pendaringannya (nasib periuknya) karena banyak uang saku yang dialokasikan dan didistribusikan untuk bansos dan penanganan Covid.

Lebih lanjut menurut pak UDB mengenai banyak nya masyarakat meninggal dunia di musim wabah Pandemi Covid di berbagai daerah, wilayah di tanah Nusantara dengan beraneka ragam clusternya, bermacam macam varian nya itu semata mata hanya habis masa AJALNYA. Oleh karena nya harus bisa difahami oleh semua pihak, baik di kalangan masyarakat, team medis atau pemerintah sebagai petugas gugus yang sudah sungguh sungguh bekerja keras dalam menangani pasien dan korban wabah Pandemi Covid.

Ketentuan ajal setiap hamba sudah ada batasan waktu dan masa berlakunya, sehingga harus disikapi dengan iman, keyakinan yang kokoh agar dapat bersikap bijaksana untuk memahami ajal seseorang, tidak lagi salah menempatkan identitas Covid pada selesai ajal seseorang. Tetapi lebih difahami sebagai selesainya masa pengabdian seorang hamba kepada Allah sebagai penciptanya.

Wallaahu’alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan.

 

You might also like