MELIRIK SENYUM SANG KIAI

Oleh Nasuha Abu Bakar MA

Pengurus LPTQ Kota Tangerang Selatan

KIAI tersenyum, memang sehari-hari para kiyai dalam menjalankan kehidupan baik pada saat para kiyai sedang bercengkrama dengan keluarga, bersama para santri, atau bersama para jama’ah selalu dihiasi dengan senyuman.

Musim hujan walaupun asrama santri, pondok tempat belajar bocor disana sini, para kiyai tetap harus tersenyum. Kondisi bangunan sudah mulai rapuh karena dimakan usia,. Santri gatal gatal karena kondisi air sudah mulai tercemar limbah lingkungan ataupun lembah industri, para kiyai tetap harus tersenyum.

Di musim Pandemi Covid 19, ujian ini lebih dahsyat, biasanya para santri bolak balik ke pondok tidak ada masalah, di musim Pandemi santri kalau mau pulang harus dilakukan pemeriksaan Covid dengan cara dirafid. Demikian juga pada saat mereka kembali ke Pondok Pesantren tempat mereka belajar. Bahkan adakalanya dilakukan sweb untuk melihat kondisi kesehatan para santri. Bagaimana para kiyai nya, tetap mereka para kiyai tetap harus tersenyum.

Para kiyai itu merupakan teladan bagi seluruh umat dan masyarakat, teladan tutur katanya, contoh serta teladan dalam ibadah dan Amaliah kesehariannya baik dalam kegiatan keagamaan juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menganggap para kiyai itu seperti manusia suci yang selalu tersenyum dalam segala keadaan.

Para kiyai dalam bahasa Arab disebut ‘ULAMA jama’ dari kata ‘ALIM. Di Indonesia ada perkumpulan para kiyai yang tergabung di dalamnya, dinamakan MUI kepanjangan dari Majlis Ulama Indonesia. MUI selalu bersinergi dengan para pejabat. Sebutan untuk perkumpulan para pejabat disebut UMARA. Ulama dan Umara selalu bersinergi dalam Membangun mental dan spiritual serta sekaligus mengayomi masyarakat.

Seorang pejabat yang mampu membuat para kiyai tersenyum benar benar tersenyum bahagia adalah gubernur Banten yaitu pak Doktor haji Wahidin Halim. Beliau selalu membuat para kiyai tersenyum. Perhatian pak gubernur terhadap kegiatan FSPP Forum Silaturahim Pondok Pesantren setiap tahun menjadi agenda utama. Dalam raker FSPP sekarang beliau menggelontorkan dana bantuan untuk pondok pesantren se Banten sebesar Rp. 161.6800.000 hampir dua ratus milyaran. Dulu beliau pernah berkelar.

“Para kiyai nanti berdiri di depan pintu syurga, kemudian ditanya oleh malaikat, kenapa tidak segera masuk ke dalam syurga. Maka jawab para kiyai, saya sedang menunggu pak gubernur” begitu guyonan pak gubernur di acara raker FSPP di Anyer dulu. Wallaahu’alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan.*

You might also like