Maimun Alie, Berawal dari Penyiar Radio

BANYAK jalan bagi orang besar untuk tumbuh menjadi lebih besar. Akan tetapi, hanya sedikit orang bisa menemukan jalan itu.

Salah satu orang besar yang menemukan jalan itu bernama KH. Maimun Alie. Pria kelahiran  5 Desember 1957, sering menapaki jalan tak biasa pada masa mudanya.

Pengalaman demi pengalaman menerpanya, dan menjadikannya dewasa di segala lapangan kehidupan.

Ulama yang pernah nyantri ke sejumlah kiai besar di Banten ini, memang lama menempuh pendidikan setingkat SMA di Pondok Modern Darussalam Gontor – Ponorogo. Meski bergelut di pesantren modern, nyatanya jiwa pesantren salafinya juga tak padam.

Selama di Gontor, ia banyak diterpa dengan pengalam banyak organisasi. Ia misalnya, pernah menjabat sebagai pengurus Koordinator kepramukaan, kemudian menjadi Bagian Penerangan di OPPM Gontor.

Pengalaman di Bagian Penerangan Gontor, sangat membekas pada diri Kiai Maimun. Setelah lulus dari KMI, misalnya ia selalu aktif di dunia yang berkaitan dengan jurnalistik.

Hal itu berlanjut hingga ia kuliah di Jami’ah Islamiyah Madinah dengan status beasiswa. Selama di S1 Fakultas Syariah inilah, Kiai Maimun semakin mempertajam pengalamannya. Antara lain dengan aktif di berbagai organisasi.

Ia misalnya, pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Madinah, Saudi Arabia (1982-1983), dan Ketua KMNU Keluarga Mahasiswa NU, Madinah (1982-1983). Tak hanya itu, ia juga pernah  menjadi  mutarjim/translator utusan dari Universitas Islam MadinahDarul Ifta Makkah.

 

Ketika mendapat kesempatan S2  di Universitas Ahlu Hadis Faisalabad (1985-1987) Pakistan, Kiai Maimun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia nyambi menjadi jurnalis, yakni sebagai penyiar radio lokal.

Selama menjadi penyiar itu, Kiai Maimun banyak memanfaatkan waktu siaran untuk menyarin informasi-informasi seputar kehidupan dan perkembangan Islam di Pakistan. (Syair)***

 

You might also like