Maafkan dan Lupakan Rasa Sakitmu Pada Ibu

Oleh  Dr. LIZA MUMTAZAH DAMARWULAN

Dosen Untirta Serang

Ibu.. Ambu.. Mamah.. Mamih.. Amih.. Mommy.. Momom.. Bunbun.. Bunda.. Ina.. Inang.. Emak.. Enyak.. Emih.. Bundo..Embok,  Ammak, Ummi.

Di bawah telapak kaki mereka ada surga kita

Ridhonya adalah ridho Allah

Doanya bisa langsung menembus langit ke tujuh

Seberapa dalam perasaanmu pernah sakit dengan kata-katanya

Seberapa besar kekecewaan, kekesalan karena sikap atau kata-katanya pada kita

Tak akan sebanding dengan jasanya mengandung, menyusui, mengurusmu sejak 9 bulan dalam kandungan hingga kita lewati hidup dengan mandiri

Tak pantas kita marah

Maafkan dan lupakan rasa sakitmu

Maafkan saja

Pun ketika kita harus merasa iri dan merasa sedih dengan perlakuannya yang menurutmu tidak adil Lupakan. Maafkan.

Bercerminlah. Saat ini kita bisa rasakan apa yang ibu kita rasakan. Apa yang kita rasakan saat ini sebagai ibu. Juga dirasakan ibu kita saat dulu.

Tak perlu memelihara sakit, kecewa, kesal pada  ibu kita. Tak pantas.

Jangankan memendam amarah.

Berkata “aah” saja tak boleh.

Seberapapun salah ibu kita, tak pantas kita menanam rasa marah, kecewa, kesal.

Maafkan saja.

Ibu tak pernah lupa mencintai kita.

Ibu tak pernah bisa berbuat tidak adil pada anak-anaknya.

Ibu tak pernah berhenti berdoa bagi kita.

Mengalahlah.

Cintai saja tanpa syarat.

Seperti mereka menerima kita tanpa syarat.

Mencintai kita tanpa syarat, apa adanya.

Seberapapun kesalahan kita buat

Mereka, ibu kita selalu membuka lebar pelukan.

Hari ini dapat undangan untuk memperingati Hari Ibu

Peran perempuan luar biasa.

Ibu yang bekerja

Ibu yang di rumah saja

Semua sama jasanya.

Selamat Hari Ibu

Semoga kita dapat menjadi teladan.

Semoga ridho dan doa ibu selalu meliputi kita.

Bagi yang tak lagi dapat memegang tangan ibu, tak lagi dapat memeluknya, tak lagi mendengar nasihatnya.. Yang tak lagi mendapat doa dari ibu, karena telah tiada.

Berdoalah. Jadilah anak yang shaleh shalehah. Bahagiakan mereka di alam sana.

Bagi yang masih ada, temani ibu. Jangan biarkan kesepian melanda, tak ada siapa-siapa. Duka dan pedihnya kesepian. Jangan sampai terjadi.

Karena itu sangat menakutkan. Mati dalam kesepian. Tak ada siapa-siapa.

Siapa yang harus kau cintai? Ibumu, ibumu, ibumu.

You might also like