KH. Maimun Alie Telah Tiada

SERANG,-

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah wafat KH Ahmad Maimun Alie, Lc, MA  bin KH Aliya Rafi’udin, Kamis (10/12/2020). Pimpinan Pondok Pesantren Subulussalam Kresek Tangerang, sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam.

 

Ucapan duka cita yang disampaikan para tokoh, baik lewat media sosial maupun ke rumah duka, menunjukkan kapasitas kiai murah senyum ini di hati masyarakat Banten.

Selain sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam Kresek Tangerang, Kiai Maimun juga antara lain aktif di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten, PW NU Banten, dan Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten.

 

Semasa hidupnya, suami Hj. Nia Husnia dikenal sebagai ulama berwawasan luas. Ia sering diminta pandangan terkait ilmu-ilmu keislaman, terutama masalah tasauf.

 

Almarhum merupakan kader Al Khairiyah yang lama digodok di Pesantren Moderen Gontor Ponorogo (1978).

Tak puas  mendalami ilmu hukum di Universitas Jakarta (Unija), ia hijrah ke Timur Tengah untuk belajar hukum Islam di Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah (1985).

Program studi yang sama juga digelutinya selama satu tahun di International Islamic University Islamabad (1987). Kemudian, bapak sepuluh putera (lima pria dan lima wanita)   ini mengambil gelar MA di bidang Islamic studies pada Universitas Ahlul Hadits, Faisalabad.

Jika diajak bicara terkait pesantren, kiai berpenampilan kale mini selalu menanggapinya dengan penuh semangat.

 

Ketika pesantren sering dikait-kaitkan dengan terorisme misalnya, ia mengaku tidak gentar. Ia bahkan bertekat ingin membuktikan bahwa sistem pendidikan di pesantren diajarkan dengan akhlak.

Ia yakin, rumors yang menimpa dunia pesantren tersebut tidak akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan dan pengembangan pesantren di masa mendatang. Sebaliknya, rumors tersebut akan menjadi rahmat bagi pesantren dan Provinsi Banten.

Salah satu bukti semangat almarhum dalam mebela pesantren, terlihat jelas dari jejaknya sebagai salah seorang ulama yang  membidani kelahiran Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten.

“Selamat jalan, Kiai Maimun,” kata Ketua Harian LPTQ Banten KH. Syibli Syarjaya, LML.

Kiai Syibli mengaku sangat mengagumi Kiai Maimun. Selain selalu bersemangat, Kiai Maimun dinilainya berwawasan sangat luas.

“Beliau itu kalau bercanda sama saya, selalu menggunakan bahasa arab. Itu mengingatkan saya pada masa masa muda ketika kuliah di Mesir,” ungkap Kiai Syibli.

Sementara Ketua MUI Banten KH. Dr. A. M. Romly menilai Kiai Maimun sebagai sosok yang lengkap sebagai ulama.

“Beliau itu akrab dengan siapa saja, tidah hanya dengan ulama,” kata KH. A.M. Romly. (*)

 

You might also like