KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURA

Oleh Hadi Susiono Panduk

Alumnus Pondok Pesantren Al-Khoirot- Sabilillah, MA-Nahdlatul Muslimin Kudus- Malang,

serta Universitas Diponegoro Semarang

 

Membaca ayat-ayat Al-Quran berbeda dari membaca bacaan-bacaan lain karen Al-Quran adalah firman Allah yang bersifat mukjizat dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril. Di sini, terletak kekhasan dari Kalam Suci tersebut, bahkan membacanya pun dinilai sebagai ibadah penuh pahala.

Umat Islam harus mencintai Al-Quran, baik sebagai mukjizat bagi kerasulan Baginda Rasul Muhammad SAW, sebagai pelajaran dan penerangan, sebagai petunjuk bagi manusia, dan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Kecintaan pada Al-Quran tidak akan pernah tumbuh jika kita tidak mengenalnya. Kita tidak akan mengenalnya, jika kita tidak pernah membacanya dengan mengerti maknanya.

Syekhul Islam Al-Imam al-Allamah Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya Bin Syaraf Annawawi Ad-Dimasyqi menerangkan tentang keutamaan membaca Al-Quran dalam kitab kumpulan Hadist Beliau, “Riyadhush Shalihin” halaman 430-433. Pertama, Al-Quran yang kita baca nantinya akan memberikan syafaat (pertolongan) di hari kiamat (HR. Imam Muslim). Kedua, mereka yang belajar Al-Quran—tentu saja melalui proses membaca dan memahami—dan mengajarkannya dilabeli sebagai sebaik manusia (HR. Imam Bukhori). Ketiga, orang yang ahli (mahir) dalam membaca Al-Quran akan bersama para malaikat pencatat yang mulia lagi benar. Dan, orang yang terbata-bata membaca Al-Quran serta bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali (HR. Muttafaq Alaihi). Keempat, perumpaman orang mukmin yang membaca Al-Quran adalah seperti jeruk manis yang baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran adalah seperti kurma, tidak berbau harum tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan, perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran seumpama buah pare, tidak berbau harum dan rasanya pahit (HR. Muttafaq Alaihi). Kelima, barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan. Dan, satu kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi, “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf, dan “Mim” itu satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Kelima keutamaan tersebut, adalah beberapa dari sekian banyak keutamaan yang disandang Al-Quran sebagai Kitab Suci umat Islam. Sungguh dahsyat anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW bagi umat Islam. Hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dengan membaca Al-Quran saja sebegitu istimewanya; pahala, derajat, bahkan pertolongan akan didapatkan oleh para pembacanya, apalagi jika kita mampu membaca, merenungi maknanya, dan mengaplikasikan kandungan Al-Quran dalam kehidupan kita—membumikan Al-Quran. Semoga hati kita selalu direkatkan untuk tetap mencintai Al-Quran.  Jika bukan umat Islam yang mencintai Ayat-Ayat Suci tersebut, lalu siapa? Wallahu A’lamu Bishawaab.

 

 

 

 

 

You might also like