KALAU PERGI NGAJI TETAP BERUNTUNG

Oleh Nasuha Abu Bakar MA

Pengasuh Ponpes Sabiluna Kota Tangsel

Di setiap pondok pesantren peristiwa galaunya seorang santri dapat dipastikan selalu ada di setiap pondok pesantren. Yang dimaksud dengan galau nya seorang santri yaitu mengalami kesulitan di dalam belajar.

Demikian juga dengan pengajian di majlis ta’lim di tengah masyarakat ada juga yang merasa kesusahan dan kesulitan dalam menyimak isi nasehat agama dari para guru, terlebih untuk sampe bisa faham, mengerti kemudian harus disampaikan juga kepada keluarga. Sebagian Alhamdulillah mereka bisa mengikuti penyampaian dari para guru dan asatidz sehingga mereka bisa berbagi dengan istri dan anak anaknya di rumah.

Tetapi ada salah seorang jama’ah pengajian malam Jum’at Kliwonannya suatu ketika mengadu, curhat kepada pak UDB. Dia mengaku bahwa sangat sulit untuk memahami apa saja yang disampaikan oleh para guru, anehnya dia tidak pernah merasakan pemahaman di dalam pikirannya, seperti orang yang menggoreskan koas cat di atas balokan batu es, sedikitpun tidak berbekas. Keadaan seperti ini di batinnya terasa sia sia, percuma belajar, menurut perasaan di dalam hati sebut saja kang Sarman.

Dengan sikap malu malu, kang Sarman menjumpai pak UDB dan dengan memberanikan diri untuk mengadukan keluhannya.

“Yang namanya orang duduk di majlis ta’lim, mendengarjan nasihat dan taushiyah dari siapa saja, yakinlah itu suatu kebaikan. Menurut pendapat saya orang duduk di pengajian, di masjid atau mushalla dalam rangka thalabul ilmu, mencari Ilmu, kedudukan, keberadaan nya sangat baik. Sekurang kurangnya orang yang duduk di masjid terhindar dari perbuatan yang sia sia belaka. Dan otomatis terjaga dari perbuatan yang tidak baik, Terjaga dari perbuatan nista.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, bahwa duduk di majlis ta’lim merupakan peluang bisnis online dengan Allah yang belum disadari kemuliaan dan keuntungannya. Dan terjaganya dari hal hal yang buruk, dan yang sia sia belaka. Walaupun ilmunya belum bisa dibawa, namun terhindar melakukan keburukan merupakan rezeki yang lebih besar dan lebih berharga. Oleh karena nya orang belajar tetap beruntung.***

You might also like