Jelang MTQ XII, LPTQ Tangsel Gelar Orientasi Dewan Hakin via Daring

LPTQ Banten – Tinggal menghitung waktu, MTQ XII 2021 Tingkat Kota Tangsel segera digelar, tepatnya pada tanggal 2-5 Juli 2021.

Sebab itu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tangsel mengadakan acara Orientasi Dewan Hakim untuk menyatukan persepsi pada proses penilaian dan menciptakan dewan hakim yang kredibel, berkualitas, profesional, dengan tetap menjaga netralitas, sehingga mampu memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas para peserta MTQ.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, H.Abdul Rojak dalam sambutannya menegaskan, dewan hakim pada pagelaran MTQ memiliki peran yang sangat strategis karena menentukan para juara MTQ. Oleh karena itu harus memiliki keteguhan moral, kesehatan fisik, kecermatan dalam menilai, dan memiliki kedalaman ilmu di bidangnya.

“Dewan hakim MTQ juga harus mematuhi norma dewan hakim, di antaranya hakim selalu berkelakuan baik/berakhlakul karimah, menguasai ilmu pada bidang yang dinilai, dan yang tidak kalah penting adalah harus jujur, adil, teliti, dan bertanggungjawab,” tegasnya saat mengikuti acar orientasi dewan hakim secara virtual, Kamis (01/07/2021).

Hal senada disampaikan oleh Ketua Harian LPTQ Tangsel, M. Sobron Zayyan, yang mengingatkan tentang posisi vital dewan hakim dalam MTQ.

“Dewan hakim adalah ‘min arkaanil Musabaqah’ atau salah satu dari rukun MTQ. Sesuai dengan sifat rukun, maka MTQ akan rusak jika salah satu rukunnya rusak, bahkan bisa kehilangan legitimasi,” tandasnya.

Selain itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Ahmad Tholabi Kharlie menambahkan, orientasi dewan hakim merupakan tahapan yang harus dijalani oleh para hakim yang akan bertugas. “Menjelang MTQ itu para hakim-hakim diingatkan kembali, tugas-tugas, tata cara, etika dan seterusnya agar dewan hakim punya persiapan secara teknis dan non teknis. Ini sebagai upaya penyegaran pengetahuan dan kompetensi para dewan hakim,” tuturnya.

MTQ Tangsel, lanjut Kang Abie, akan berlangsung secara daring sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 yang belum mereda. “Akan (MTQ) berlangsung secara virtual untuk menghindari kerumunan masa dan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut, dijelaskan rambu-rambu dalam perhakiman dan aturan tentang MTQ sesuai dengan pedoman perhakiman.

Para Dewan Hakim diberi pembekalan sesuai bidangnya masing-masing, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain Bidang Tilawah dan Syarhil Qur’an, Bidang Tahfizh dan Qiraat Sab’ah, Bidang Tafsir Bahasa Arab, Bidang Tafsir Bahasa Inggris, Bidang MKQ (Kaligrafi), Bidang MQK (Qiroatul Kutub), dan Bidang Hadits.[]

You might also like