Ini Dia, Makna Logo STQ Nasional 2021 di Maluku Utara

MALUKU UTARA, (KB).-

Panitia Sayembara Lomba Cipta Logo Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional XXVI telah mengumumkan hasil lomba. Hasilnya, Muchilis Mandati asal Ternate menjadi pemenang sayembara. Lomba tingkat nasional itu diikuti 59 peserta. “Apabila di kemudian hari, pemenang terbukti melakukan plagiat maka secara hukum dapat dibatalkan. Keputusan Dewan Juri bersifat final, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat,” kata Ketua Dewan Juri, Makbul A.H. Din, seperti dikutif Situs Kemenag RI, baru-baru ini.

Menurut Makbul, logo karya  warga asal Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate memiliki makna yang selaras dengan kearifan lokal, kebangsaan, dan agama.

“Masjid Kesultanan sebagai kepala dari Burung Bidadari dengan bentuk masjid yang terdiri dari empat atap, empat pintu, empat sayap kanan dan empat sayap kiri, serta empat hiasan sayap di bagian belakang menggambarkan empat Moloku Kie Raha atau empat Kesultanan Islam dan budaya Islam di Maluku Utara,” katanya.

Sementara itu, tambah dia,  pada sisi tampak objek gambar Logo STQ Tingkat Nasional melambangkan Burung Bidadari dan Masjid Kesultanan yang berada di Maluku Utara. Burung Bidadari merupakan satwa unik yang hanya ditemukan di Hutan Halmahera.

“Tulisan STQ pada logo sebagai kaki pada Burung Bidadari yang menjadikan penopang/tumpuan bagi generasi muda Islam Maluku Utara dalam mempertahankan budaya membaca Alquran,” ujarnya.

Dewan Juri kegiatan itu terdiri atas unsur  Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Seni Kaligrafi Alquran, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dan akademisi. Mereka menilai, logo ini bermakna ajakan agar masyarakat menjadi kreatif.

“Gambaran keseluruhan dari logo menggambarkan kubah masjid yang merupakan simbol bahwa Islam memberikan kesempatan untuk menjadi kreatif dan menggambarkan kreativitas masyarakat dalam berbagai seni, salah satunya seni membaca Alquran,” tambahnya.

Diketahui, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah menetapkan waktu pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional ke-26 Tahun 2021. Dalam surat yang ditandatangani Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dan ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama di 34 Provinsi, disebutkan STQ Tingkat Nasional ke-26 diselenggarakan di Maluku Utara pada 16-25 Oktober 2021.

Sementara itu, pendaftaran peserta dimulai pada 1-31 Juli 2021, dilanjutkan dengan verifikasi tahap pertama pada 1-7 Agustus 2021. Proses sanggah yang dijadwalkan pada 8-14 Agustus 2021 dan dilanjutkan dengan perbaikan pada 15-21 Agustus 2021.Setelah itu verifikasi tahap kedua yang dilangsungkan pada 22-28 Agustus 2021 dan penetapan peserta pada 2 September 2021.

Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Juraidi mengatakan untuk diketahui, peserta STQ Nasional merupakan para juara pada STQ Tingkat Provinsi. Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 441 Tahun 2020, ada 4 cabang dan 10 golongan yang akan dilombakan dalam STQ Nasional 2021.

Pertama, Cabang Seni Baca Alquran terdiri atas Golongan Anak-Anak dan Dewasa. Kedua, Cabang Hafalan Alquran terdiri atas Golongan 1 juz dan Tilawah, 5 juz dan Tilawah, 10 juz, 20 juz dan 30 juz.

“Ketiga, Golongan Tafsir terdiri atas Tafsir Bahasa Arab. Keempat, Cabang Musabaqah Al-Hadis yang terdiri atas Golongan Hafalan 100 Hadis dengan Sanad dan Hafalan 500 Hadis Tanpa Sanad,” tandas Juraidi. (tim)***

You might also like