Bukti Kebenaran Alquran

Oleh Prof. H.E. Syibli Syarjaya

Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten

Seorang dosen ilmu Pertanian Universitas Ainusy Syam Cairo, (Dr. Khalifah Rasyad) memperolah kesempatan untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat. Setelah kembali ke Cairo, ia kurang diberdayakan oleh lembaganya.

Tahun 1975 ia kembali lagi ke Amerika. Di sana, ia meneliti kebenaran Alquran melalui komputer. Kunci yang dipakai adalah jumlah huruf bismillahirrahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf. Hal ini diinsipirasi (diilhami) oleh firman Allah al-Mudatsir: 30.

Hasil dari penelitian tersebut sangat menakjubkan. Ternyata, ungkapan kata, jumlah ayat, dan jumlah surat seluruhnya dapat dibagi 19. Surat dalam Alquran sebanyak 114, ini merupakan kelipatan dari 6×19.

Berdasarkan perhitungan Dr. Fuad Abdul Baqi, dalam bukunya al-Mui’jamul Mufahras li al Fadzil Quran, bahwa jumlah ayat Alquran sebanyak 6.232 ayat. Ini merupakan kelipatan dari 328 x 19.

Huruf qaf dalam Surat Qaf, terulang sebanyak 57 kali, merupakan kelipatan dari 3×19. Hal ini bisa dilihat dan dicermati dalam ayat 12 sampai 14.

Ketika Allah berbicara tentang Nuh, beliau menggunakan kata qaum, tetapi ketika Luth, beliau mengungkapkannya dengan kata ikhwan. Sebab bila menggunakan kata qaum, tentu jumlah huruf qaf akan bertambah 5 menjadi 62, dan tidak dapat dibagi dengan 19. Subhanallah!

Huruf kaf, ha, ya, ‘ain, sad dalam Surat Maryam ditemukan sebanyak 798 kali = 42×19. Huruf Nun sebagai permulaan Surat Alqalam ditemukan sebanyak 133 kali=7×19. Huruf ya sin dalam surat yasin, masing-masing ditemukan sebanyak 285 kali = 15×19. Begitupula huruf tha dan ha dalam Surat Tha’ha ditemukan masing-masing sebanyak 342, yang merupakan kelipatan dari 18×19.

Masih banyak temuan-temuan lain yang diperoleh oleh Dr. Khalifah Rasyad berkenaan dengan keotentikan dan kemu’jizatan Alquiran dari sisi angka.

Abdurrazzaq Naufal, dalam bukunya Al-I’jaz al-Adaby li al-Quran al-Karim (3 jld), mengemukakan tentang keseimbangan ini. Antara lain: Keseimbangan bilangan kata dengan lawannya: Kata hayat (hidup dengan al-maut (mata) masing-masing terulang sebanyak 145 kali. Al-naf’u (manfaat) dengan al-madharah terulang masing-masing sebanyak 50 kali. Al-har (panas) dan bard (dingin) 4 kali. Kufur dan iman masing-masing 17 kali. Al-rahbah (cemas) dengan ragbah (harap), masing-masing terulang 8 kali.

Keseimbangan kata dengan sinonimnya: Al-hart (membajak) dengan al-zira’ah (bertani) masing-masing 14 kali. Al-aqlu (akal) dengan an-nur (cahaya) masing-masing 49 kali. Keseimbangan kata dengan realitanya. Kata yaum (hari) dalam bentuk tunggal terulang sebanyak 365 sama dengan hari dalam setahuan. Kata ayyam dan yaumaen (hari-hari) dalam bentuk plural/jamak, terulang sebanyak 30 hari sama dengan jumlah hari selama satu bulan. Kata syahr (bulan) terulang sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan bulan dalam satu tahun.

Di antara bukti kemu’jizatan dan kebenaran Alquran adalah dari sisi pemberitaannya terhadap suatu peristiwa yang belum terjadi. Fir’aun yang mengejar-ngejar Nabi Musa menyebrangi laut merah kemudian ia mati dan tenggelam, namun Allah memberitakan bahwa jasad Fir’aun tersebut akan diselematkan-Nya untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya (Q.S. Yunus: 92).

Seorang pun tiada yang tahu kejadian tersebut, karena hal itu terjadi sekitar 1200 tahun SM. Namun sejarah membuktikan ketika pada tahun 1896 seorang ahli purbakal Lorret, menemukan lembah raja-raja di Luxor mesir sebuah mumi yang utuh. Menurut data sejarah bahwa mumi tersebut adalah Fir’aun yang bernama Maniptah. Kemudian pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smit memperoleh izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut mumi tersebut. Apa yang terjadi, dia adalah badan/jasad yang utuh tak kurang suatu apapun sebagaimana diungkapkan Allah kepada Nabi Muhammad.

 

You might also like