BERBAGI ZAKAT SANG GURU BESAR

Oleh Endang Yusro

Penulis, pendidik tinggal di Kota Serang

Guru Besar yang dimaksud pada tulisan ini adalah Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ed. seorang Guru Besar Psikologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Tanpa menyertakan (embel-embel) kiai di depan namanya, karena di samping sang guru tidak mau, dalam persyarikatan jarang sebutan itu dipakai untuk orang yang alim. Penulis biasanya menemukan sebutan “Buya”, seperti Buya Hamka, Buya Syafei Ma’arif, dsb.

Persyarikatan adala sebutan khusus untuk Ormas Muhammadiyah. Prof. Syah, begitu kalangan akademisi mengenalnya selain sebagai Guru Besar juga menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Islam Pasca Sarjana di kampus yang sama.

Hari ini Minggu 9 Mei 2021, penulis memersiapkan zakat sang Profesor untuk warga Linduk, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Sebenarnya Prof. Syah memberikan sejumlah zakat untuk dua warga desa pada kecamatan yang sama, yaitu Linduk dan Sukanegara (Tembakang). Dipilihnya Linduk karena Ibunda-nya berasal. Sementara  Tembakang seagai tempat kelahiran Ayahanda-nya.

Jumlah alokasi zakat yang berbeda di antara dua tempat tersebut, Linduk lebih besar daripada Tembakang, membuktikan ikatan seorang ibu ternyata lebih besar daripada seorang ayah. Penulis meyakini sikap Prof. Syah ini di samping adanya perintah agama, juga karena adanya ikatan emosional antara seorang anak dengan ibunya.

Jika alokasi zakat Prof. Syah di Linduk untuk beberapa mustahiq, yaitu: fakir/miskin, guru mengaji, guru honorer PAUD, madrasah, SD, SMP, SMA/SMK, di Tembakang berdasarkan Hj. Anisah Usman, salah satu kerabat Prof. Syah yang biasa diminta menyalurkan zakat hanya untuk 1 mustahiq, yaitu guru honorer di sekolah yang didirikan Ayahanda sang Profesor.

***

Ramadan kali ini dan tahun yang lalu zakat dan sedekah Prof. Syah tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena mesti berbagi dengan warga lain yang membutuhkan. Hal ini diketahui karena sudah beberapa periode Ramadan penulis dipercaya sang Guru Besar untuk menyalurkan zakatnya.

Adapun rincian alokasi zakat dan sedekah Prof. Syah periode Ramadan 1442 H. untuk warga Kp./Ds. Linduk, Kec. Pontang, Kab. Serang Prov. Banten adalah sebagai berikut: Pertama, fakir dan miskin sebanyak 34 orang masing-masing mendapat Rp. 70.000,-.

Kedua, guru mengaji yang berjumlah 5 masing-masing mendapatkan Rp. 70.000,-. Dan Keempat, untuk guru madrasah, PAUD, SD, SMP, SMA/SMK masing-masing mendapatkan Rp. 50.000,- (Data penerima zakat Prof. Syah, terlampir)

Dari rincian dana zakat yang dikeluarkan berdasarkan beberapa asnaf di atas sejumlah Rp. 6.760.000,- sementara besarnya zakat sang Profesor adalah Rp. 7.000.000,- sehingga diperoleh saldo sebesar Rp. 240.000,- Terbilang Dua ratus empat puluh ribu rupiah.

Saldo sebagaimana terbilang di atas digunakan penulis untuk keperluan: 1) ATK, seperti pengetikan & print-out, amplop, dan stempel; 2) Transportasi; 3) Upah yang membagikan (amilin)

Demikian rencana alokasi zakat a.n. Prof. Syah yang bisa penulis sampaikan. Semoga menjadi keberkahan bagi muzakki (pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat) di bulan yang penuh berkah ini. Melalui tulisan ini, penulis menyampaikan “Selamat Idul Fitri 1442 H. Taqabbalallahu mina wa minkum syiamana wa syiamakum. Allahumma ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni.”

 

You might also like