Antara Siswa, Pandemik, dan Google

Oleh Sri Hermayani, S.Pd.I

 

Rasa-rasanya bosan dengan keadaan yang memaksa ini. Namun inilah kenyataan takdir Tuhan yang sedang menyapa kita. Ya kita, aku, kamu, dan yang lainnya!

 

Hari demi hari biasa diisi dengan aktivitas-aktivitas yang tentunya lebih beragam. Kini, hanya diisi dengan pergantian siang dan malam sambil memandangi layar HP dan laptop. Bukannya tidak pegal dan tidak bosan. Tapi lebih tepatnya, terpaksa dan beradaptasi dengan keadaan.

Anak sekolah setingkat TK dan SD yang tadinya dilarang memegang HP, kini justru mereka diwajibkan belajar dengan menggunakan HP!

Namun rupa-rupanya hal ini banyak dimanfaatkan oleh siswa-siswi untuk mencari tahu tontonan yang lain-lain, bukan hanya tentang pendidikan. Hingga akhirnya banyak siswa yang menghabiskan paket internet untuk bermain game online, menonton YouTube, bikin konten YouTube, tik tok kan, snack kan dll. Sehingga kewajiban belajar dan menyelesaikan tugas mereka lupakan. Dengan alasan karena bosan hanya di rumah saja!

Mungkin baik jika yang ditonton oleh mereka hal yang baik. Tapi jika yang ditonton adalah konten yang kurang mendidik. Duh….. rasanya sayang sekali!

Yang paling mengejutkan, setelah siswa ditanya “kangen tidak masuk sekolah?”

Banyak dari siswa yang menjawab “tidak, dan tak mau masuk sekolah!”

Hal tersebut sangatlah bisa dimaklumi, mengingat mereka sekarang sudah terbiasa dengan keadaan. Ditambah lagi mereka bebas memegang HP.

Tapi apakah hal itu baik jika dibiarkan berlarut-larut?

Mungkin perlu sebuah solusi yang tepat untuk menangani  permasalahan ini. Bukan hanya guru dan pemerintah yang dituntut. Tapi orang tua juga dituntut supaya menjadi guru bagi anak-anaknya.  Namun para orang tua lebih sering marah dan menyalahkan keadaan. Padahal jika diterima dengan kesabaran dan hati yang lapang, ini adalah ketentuan Tuhan. Terlepas dari itu semua, bukankah memberi pendidikan kepada anak itu kewajiban bagi setiap orang tua?

Di saat-saat seperti inilah baru disadari bahwa peran guru sangat penting. Ya, meskipun mencari ilmu di zaman sekarang tidak harus selalu mempunyai guru. Karena dengan semangat dan kecerdasannya, google selalu siap memberi jawaban setiap perihal yang ditanyakan.

Namun meskipun demikian, google tidak akan memberi teladan yang baik, kasih sayang serta etika pada siswa. Sehingga dalam kelangsungan hidup manusia yang berakhlak mulia. Guru yang berdedikasi tinggi lah yang sangat diperlukan.**

You might also like