ADA BAIKNYA DIBACA DULU

Oleh Nasuha Abu Bakar MA

Pengurus LPTQ Kota Tangsel

Tepatnya jam 10.00 kami bertiga (saya, ajengan Aep Saepudin dan guru Usman Abdullah) berangkat dari kantor MUI Tangsel menuju Lido Lake Resort yang letaknya di jalan raya Bogor-Sukabumi KM 21 Bogor. Tepat jam 13.45 kami sampai di lokasi raker LPTQ TANGSEL yang diagendakan dua hari yaitu hari Rabu dan Kamis tanggal 16, 17 Juni 2021.

Entah bagaimana caranya saya harus mensyukuri ni’mat keindahan, kekayaan alam yang dimiliki di tanah Nusantara. Cahaya matahari setiap hari menghangatkan bumi, pepohonan, tanaman dan semuanya. Hijaunya pepohonan, pesawahan dan tumbuhan yang lainnya, bebuahan dan bunga bunga yang sangat memikat hati hamba hambaNya.

Dalam rangka raker LPTQ TANGSEL yang diikuti oleh pengurus LPTQ TANGSEL, para camat, para kepala KUA, ketua LPTQ tingkat kecamatan, dan para dewan hakim se kota Tangerang Selatan dibagi menjadi tiga komisi. Saya diminta untuk memimpin sidang Komisi C yang membidangi rekomendasi. Ada beberapa poin yang pembahasan mirip mirip dengan Komisi A dan Komisi B, yaitu tentang GEMMAR, Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji.

Sebenarnya ada hal yang sangat menggelitik dan belum tergarap walaupun sering disampaikan tentang harapan agar LPTQ TANGSEL dapat dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat TANGSEL.

LPTQ TANGSEL bisa bersinergi dengan KUA se kota Tangerang Selatan dalam program peningkatan kemampuan membaca Alqur’an, atau dengan istilah lain bisa disebut Program Tahsin Al-Qur’an untuk calon pengantin. Selain ada program yang sudah menjadi agenda rutin KUA, yaitu Bimbingan Perkawinan bagi setiap pasangan calon pengantin. Saya melihat bimbingan membaca Alqur’an belum teragendakan. Padahal sering kali kita menyaksikan prosesi ijab dan kabul di antara mas kawin nya kitab suci Alquran. Ma’af, tidak bermaksud menganggap bahwa calon pengantin belum mampu membaca Alqur’an, akan tetapi ada baiknya pembinaan membaca Alqur’an sebagai bekal bagi calon pengantin.

Program Tahsin Al-Qur’an dianjurkan 8 kali tatap muka dengan cara dibagi dua, 4 kali tatap muka diikuti oleh calon pengantin sebelum ijab dan kabul dan 4 kali tatap muka pasca pernikahan. Dan kartu nikah diserahkan setelah tatap muka yang kedua. Hal ini dilakukan semata-mata sebagai langkah kongkrit sinergitas LPTQ dan Kemenag yang dilakukan oleh KUA, semoga Allah memberikan keberkahan, aamiin yaa mujiibas saailiin

Wallaahu ‘alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan.***

You might also like